Liburan akhir semester biasanya dihabiskan untuk berlibur bersama keluarga dan juga orang-orang terkasih. Namun berbeda dengan beberapa guru di Pekalongan yang memilih menghabiskan waktu liburannya untuk belajar bersama KGB Pekalongan. Sempat ada rasa putus asa ketika akan mengadakan TPD 21 ini, namun sekali lagi kita membuktikan bahwa guru mau belajar tanpa ada surat tugas, sertifikat dan uang saku. Semangatnya untuk belajar patutlah diapresiasi.
Pagi itu untuk kedua kalinya dibulan yang sama KGB Pekalongan
kembali mengadakan TPD, kali ini mengangkat tema Jurus Jitu Menghadapi Semester
Baru. Kegiatan tersebut bertempat di SMK Muhamadiyah Karanganyar. Sebuah
sekolah yang baru dua minggu lalu mengundang KGB Pekalongan untuk mengisi acara
IHT di hotel Namira. Guru Laila mempersilakan sekolahnya untuk dijadikan tempat
TPD. Ini merupakan
sebuah kolaborasi yang
sangat bermanfaat.
Kegiatan TPD dibuka oleh Guru Dina. Sebagai pembuka
beliau berbagi materi Rekaman Tentang
Kita: Strategi Memahami murid. Diawal kegiatan guru-guru diajak secara
berpasangan untuk terlebih dahulu mengenal dirinya, baik itu kekurangan maupun
kelebihan dengan cara saling bercerita. Hal yang paling utama untuk memahami
anak yaitu dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari siswa ujar guru yang
mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia ini. Aksi dan respon menjadi cerita
yang menarik ketika salah satu kasus dari siswa yang diajar diceritakan kepada
rekan guru yang hadir. Banyak yang antusias menyimak cerita tersebut.
Bahwasanya sebagai guru kita harus siap merespon apa yang dilakukan oleh siswa.
Selanjutnya ada Guru Anifah yang berbagi materi
tentang Manajemen Emosi Guru. Wanita
berparas ayu ini menjelaskan bahwa seorang guru juga harus pandai mengelola
emosi ketika sudah berada di dalam kelas karena seorang guru harus menjadi role model. Guru yang mengampu mata
pelajaran BK ini mengajak peserta TPD untuk menvisualkan apa yang diintruksikan
oleh teman pasangannya melalui game. Beliau menjelaskan melalui
permainan tersebut terkadang persepsi orang lain akan suatu hal dapat memiliki
makna yang berbeda untuk orang lain. Pembelajaran yang dapat diambil dari
permaianan tersebut yaitu belajar memahami orang lain dan mengendalikan diri
dalam memberikan penilaian ke orang lain. Lalu dilanjut dengan membagikan materi
mengenai stess yang kerap terjadi oleh seseorang dan cara mengatasinya. Ruang
tenang merupakan cara ampuh untuk mengelola emosi, dengan menggambar seseorang
bisa mengurangi tingkat stress yang dialami. Diakhir pemaparan juga disampaikan
bahwa kunci keberhasilan dalam melakukan manajemen stress adalah mencari cara
untuk membangun kebiasaan baru untuk diri Anda sendiri. Butuh waktu, komitmen
dan mencari cara yang paling sesuai untuk diri Anda.
Pemateri terakhir dibawakan oleh Guru Abdurrahman atau
yang biasa disapa Maman. Beliau membagikan praktik baiknya mengenai Pesentasi dengan apa, atau buat apa?.
Pernyataan untuk guru-guru dengan menjawab Ya atau Tidak menjadi pembuka materi
tersebut. Kegiatan tersebut membuat suasana di lokasi TPD tersebut semakin
riuh. Nampak raut wajah yang bahagia dari guru-guru yang hadir saat itu.
Selanjutnya Guru Maman mulai memecahkan miskonsepsi yang selama ini sering
dilakukan. Bahwa presentasi yang baik
itu yang seperti apa, tentunya presentasi yang baik itu yang sesuai dengan
kebutuhan dari murid dan
memperhatikan cara belajar mereka. misal anak dengan tipe belajar visual maka power
point akan sangat membantu. Lalu presentasi
itu sendiri digunakan untuk apa ? Kegiatan berkelompok untuk mencari tahu
tentang hal tersebut menambah semangat peserta TPD. Bordgame Kakak
Teladan dimainkan dengan penuh kegembiraan disela-sela diskusi. Peserta diajak
berdiskusi untuk mengetahui buat apa sih sebenarnya presentasi itu? Jawaban
dari setiap kelompok pun sangat beragam. Salah satunya adlah untuk mengemas materi agar terlihat lebih menarik.
Komentar
Posting Komentar