Hari Minggu biasanya identik dengan
hari keluarga, menghabiskan liburan bersama keluarga menjadi pilihan utama bagi
sebagaian besar orang. Namun berbeda dengan guru-guru anggota Komunitas Guru
Belajar Pekalongan, yang lebih memilih menggunakan hari libur mereka untuk
menambah ilmu dan meningkatkan kompetensi agar menjadi guru yang “baper” (read
: bawa perubahan).
Hari Minggu 14 Agustus 2022, KGB Pekalongan kembali
mengadakan TPD 70 yang bertempat di SMP N 3 Pekalongan. Awalnya panitia tidak menyangka
TPD kali ini akan ramai, karena tema yang diusung kali ini adalah “asesmen”. Ketika
guru mendengar materi asesmen dalam pelatihan biasanya peminatnya lebih sedikit
dari pada Ketika pelatihan mengusung tema perencanaan dan strategi
pembelajaran. Namun ternyata TPD kali ini berhasil mencuri banyak perhatian
guru di kota Pekalongan untuk mengikutinya.
Kegiatan TPD dibuka dengan apik oleh guru Cici dengan mengajak peserta untuk melakukan ice breaking untuk berkenalan dengan pesera lain sehingga suasana kelas menjadi lebih akrab dan bisa menggiring peserta untuk lebih siap mengikuti sesi pertama.
Di sesi pertama ada Guru Maman Basyaiban yang berbagi pengalamannya dalam mengajar yang materi pembelajarannya sempat ditolak mentah-mentah oleh murid-muridnya karena tidak bermanfaat untuk akhirat. Guru yang memiliki hobi main game ini sudah melakukan berbagai cara untuk membuat muridnya mau mengikuti pelajarannya, dari konsultasi dengan teman sejawat, kepala sekolah sampai kepala pondok karena sekolah tempat beliau mengajar satu naungan dengan pondok pesantren. Namun upayanya tersebut tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya guru Maman melakukan asesmen diagnosis untuk mengidentifikasi keinginan muridnya, dan menggali informasi lebih banyak tentang apa saja yang disukai murid-muridnya.
Dengan asesmen diagnosis tersebut ditemukan informasi bahwa banyak murid-muridnya yang menyukai sholawatan, dan mengidolakan beberapa ulama. Dengan berbekal hasil asesmen diagnosis tersebut guru Maman berhasil memodifikasi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi yang berhubungan dengan sholawatan dan ceramah keagamaan sehingga murid yang awalnya terang-terangan menolak pembelajaran akhirnya antusias mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia.
Dalam menfasilitasi sesi pertama, guru Maman menyelingi materi dengan games yang membuat peserta semakin antusias. Sesi ini diakhiri dengan beberapa refleksi dari peserta tentang pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman nya guru Maman Basyaiban.
Sesi kedua kegiatan TPD ini difasilitasi oleh Guru Nunuk Riza Puji dengan materi Asesmen berbasis kinerja. Guru yang akrab dengan panggilan Guru Nuno ini membuka sesi ini dengan mengajak peserta diskusi tentang asesmen melalui beberapa pertanyaan pemantik dengan dua pilihan jawab setuju atau tidak. Kegiatan tersebut membuat situasi kelas menjadi lebih hidup, karena jawaban peserta yang berbeda-beda dan masing-masing jawaban harus dipertanggungjawabkan dengan alasan yang logis. Kemudian Guru Nuno menguraikan miskonsepsi tersebut satu per satu dengan Bahasa yang mudah dipahami, dan mengajak peserta untuk move on ke paradigma baru bahwa asesmen hendaknya dilakukan berdasarkan kinerja anak sehingga betul-betul dapat dilihat sejauh mana peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak.
Asesmen pun harus dilakukan di awal dan di akhir pembelajaran atau bahkan selama proses pembelajaran berlangsung guru harus tetap melakukan asesmen kepada siswa. Untuk memudahkan peserta mengaplikasikan asesmen berbasis kinerja ini, Guru Nuno memberikan sebuah kanvas yang bisa dipakai sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen berbasis kinerja, yaitu kanvas TPS PAK ( Tujuan, Peran, Situasi, Pemirsa, Aksi dan Kriteria).
Langkah pertama dalam membuat kanvas ini adalah menentukan tujuan, tujuan apa yang ingin kita capai dalam melaksanakan asesmen berbasis kinerja. Kemudian Peran, peran apakah yang harus dilakukan murid dalam proses asesmen. Langkah ketiga adalah Situasi, gambaran situasi yang akan diperankan oleh murid. Setelah itu tentukan siapa yang akan menjadi Pemirsanya atau sasarannya. Aksi adalah apa yang akan dihasilkan dalam proses asesmen, yang terakhir adalah membuat kriteria yang harus dipenuhi oleh murid dalam melaksanakan asesmen berbasis kinerja ini.
Khusnul Khotimah (@khusnul.basyaiban)
TK Sudirman 03 Slamaran Pekalongan


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar